Gurih dan Lezatnya Mie Ayam Goreng Pangsit Ala Kedai Miago Hot, Layak Dicoba

Jatengnews.id - Food lovers Semarang tentunya sudah akrab dengan olahan kuliner berbahan dasar mie. Mulai dari mie ayam, bakmi, dan mie ayam goreng yang tengah hits di Semarang. Memakan mie ditemani dengan kerupuk atau pangsit pasti juga sudah biasa. Tetapi makan mie dengan mangkok dari pangsit tentunyau yang baru bukan?

Food Lovers bisa menikmati sensasi menyantap Mie Ayam Goreng dengan mangkok pangsit dengan mengunjungi Kedai Miago Hot yang berlokasi di Terminal Damri Lama, di Jalan Raya Ngaliyan-Beringin. Pangsit dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai mangkok, pangsit berbentuk mangkok inilah yang dijadikan wadah dari mie ayam goreng pangsit ala Kedai Miago Hot. 


Mie Ayam Goreng
Foto: Jatengnews.id/yul

Bentuk pangsit yang dalam membuat mie tetap hangat saat disantap. Belum lagi rasa pangsit yang gurih dan garing akan memanjakan lidah food lovers. Taburan bawang goreng kripsi makin menambah gurih mie ayam goreng ala Miago Hot. Meski kepedasannya tidak berlevel seperti mie ayam goreng di tempat lain, tapi porsi yang pas dan rasa manis dan pedasnya tidak membuat mual. Terlebih harganya murah dan sangat terjangkau. Memang mie ayam goreng di Kedai Miago Hot sangat  bisa ditebus mulai Rp 8-15 ribu saja.

Selain menawarkan menu mie ayam goreng, menu mie ayam biasa juga ada di sini. Pengunjung juga bisa memilih varian toping mulai dari ayam, pangsit, jamur, bakso, atau kombinasi. Bagaimana tertarik mencoba sensasi lezat mie ayam pangsit ala Miago Hot? Sebaiknya datang sehabis magrib, karena kedai baru buka sekitar pukul 17.00 dan tutup pukul 22.00. Lokasinya juga mudah dijangkau, jika dari arah kampus UIN Walisongo Semarang foood lovers hanya harus menuju ke arah Beringin, Kedai Miago Hot ada di sisi kiri jalan sekitar tiga meter dari pertigaan. (red/yul)

Anis, Mumpunyai Tips Membagi Waktu

Jatengnews.id – Membagi waktu di antara kesibukan kuliah tidaklah mudah. Terlebih jika harus membagi waktu untuk kuliah dan bekerja. Tetapi hal tersebut tidak menyurutkan semangat Annisaul Mufidah untuk melakoni kedua hal tadi, yaitu bekerja dan kuliah. Gadis munggil bermata sipit asal Grobogan yang baru duduk di bangku semester tiga jurusan Komunikasi Penyiaran Islam UIN Walisongo Semarang.
Dok. Pribadi

Anis begitu ia biasa disapa mengaku memilih bekerja sebagai pengsisi waktu kosongnya setelah kuliah dan organisasi. Meski lelah dan cukup susah membagi waktu tetapi saat ini ia mulai bisa mengatur jadwalnya dengan baik. Ia sejak awal kuliah sudah mendaftar bekerja di berbagai tempat namun tidak mudah untuk mendapat pekerjaan dengan status mahasiswa.
“Dulu nyoba beberapa kali dan gagal, tapi sekarang Alhamdulillah udah dapet,” beber Anis belum lama ini.

Alasannya memutuskan bekerja bukan karena masalah ekonomi, tapi lantaran ia ingin mulai belajar bisnis. Ia sadar bahwa ijazah saja tidak akan cukup tanpa dibarengi dengan skill atau ketrampilan. Anis punya cita-cita berbisnis dengan modal uang jerih payahnya itu biasa dipanggil Anis. Walau semua itu belum bisa ia wujudkan, tapi ia sudah mulai menapakan kakinya di dunia bisnis. Dengan hasil jerih payahnya bekerja di laundry ia kini memulai usaha dengan berjualan pulsa. Ia memeulai bisnisnya itu dengan modal 100 ribu rupiah. “Awalnya cuma 100 ribu, kini udah bisa nambah depositnya,” imbuhnya.

Mengatur waktu menjadi tantangan tersendiri, memang lelah membagi waktu yang begitu singkat tetapi menurut Anis semua itu menjadi tantangan tersendiri baginya. Ia punya trik agar dapat membagi waktunya. Jauh-jauh hari dia sudah mempersiapkan keperluan yang harus dilakukan supaya tidak terjadi benturan. Kelak Anis telah menargetkan untuk bisa mendirikan usahanya sendiri.

“Penginnya di bidang yang sesuai sama jurusan kuliah si, fotografer atau apalah. Saat ini memang belum yakin tapi aku ada target untuk bisa bikin usaha sendiri,” pungkasnya. (red/rz)

Pantai Baruna, Cantik dengan Hamparan Ilalang

Jatengnews.id - Pantai Baruna, mungkin asing terdengar para traveller, karna yang terlintas hanya Pantai maron dan marina ketika berada di Semarang. Namun tempat ini menjadi ngehits di kalangan remaja Semarang. Pantai ini terkenal lantaran hamparan padang ilalang.
Padang ilalang di Pantai Baruna
Foto: Jatengnews.id/rz
Tidak mudah mencapai Pantai Baruna, karena traveller harus melawati jalan setapak sepanjang kurang lebih 500 meter dari gapura depan dan sebelum sampai ketempat tujuan traveller akan melewati gubuk-gubuk yang terjejer di tengah perjalanan.
Pantai ini berlokasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas yang berdampingan dengan Pantai Marina walau namanya belum tenar seperti Pantai Maron dan Marina, Traveller akan dimanjakan dengan hamparan ilalang yang indah dan kita akan terbayarkan walau perjalanan di bilang ekstrim.
Bukan hanya ilalang dan batu pemecah ombak, namun pantai ini menyimpan sejarah. Dimana sebelum pantai di bangun monumenKetenangan Jiwa. Monumen tersebut di buat pemerintah Jepang untuk memperingati para tentaranya yang tewas pada saat pertempuran lima hari di Semarang. Tugu yang dibangun pada 14 Oktober 1945 ini kemudian dibangun menjadi sebuah monumen dan diresmikan oleh Wali Kota Semarang, Sutrisno Suharto, pada tanggal 14 Oktober 1998.
Untuk memasuki Pantai Baruna traveller hanya dikenakan tiket masuk Rp. 3.000, bagi para traveller dan para penggembar foto bisa mencoba datang ke Pantai Baruna yang menyajikan keindahan alam di kota Semarang atau hanya sekedar rekreasi. (red/rz)

Stylo

Superb